Roda Kehidupan


suatu ketika ada seorang pengusaha kaya tengah bersantai di sebuah taman. saat ia sedang duduk bersantai menikmati suasana disekitarnya, datanglah seorang pelukis jalanan menawarkan jasa melukis dirinya. namun dengan sikap sombongnya, pengusaha tersebut menolak.

"siapa anda seenaknya saja berbicara dengan saya,"bentak pengusaha tersebut.
pelukis tadi bergegas menjauh dan mengeluarkan peralatan lukisnya. ia terlihat sibuk melukis sesuatu. tidak lama kemudian si pelukis jalanan itu berjalan ke arah sang pengusaha sembari menyodorkan gambar yang baru saja dilukisnya, yaitu gambar sebuah roda.

"apa ini?"bentak sang pengusaha sambil melempar lukisan roda tersebut jauh - jauh. sang pengusaha kemudian pergi dengan wajah penuh emosi merasa waktu bersantainya diganggu dengan hal yang tidak penting.

keesokan harinya sang pengusaha terkena serangan jantung. ia harus dioperasi dan menjalani perawatan secara intensif di rumah sakit. beberapa hari di rumah sakit, ia tak kunjung sembuh. pihak rumah sakit meminta sang pengusaha untuk tidak pulang sebelum keadaannya membaik. cukup lama pengusaha itu dirawat di rumah sakit hingga akhirnya kondisinya membaik dan ia diiijinkan pulang. betapa kagetnya ia saat sampai di rumahnya. rumah, kendaraan, dan semua barangnya sudah dijual untuk biaya rumah sakit. sementara istri dan anaknya pergi begitu saja membawa sisa - sisa kekayaan harta benda yang dimilikinya. usahanya juga bangkrut karena terlalu lama ditinggalkan. sang pengusaha yang sombong itu kini benar - benar telah "jatuh"

tidak tahu harus kemana, ia-pun menyusuri jalan setapak dengan segudang penyesalan. seharian ia berjalan hingga akhirnya sampai di taman tempat biasa ia bersantai. ia duduk menikmati suasana sekitarnya, seperti biasa. saat tengah bingung memikirkan apa yang harus dilakukannya, seseorang dengan pakaian rapi ikut duduk disebelah sang (mantan) pengusaha tersebut sambil berkata,"lihat"

orang berpakaian tersebut menyerahkan sebuah lukisan roda. dengan heran, sang (mantan) pengusaha bertanya,"apa maksud anda menunjukkan lukisan ini kepada saya?"
orang berpakaian rapi itu menjelaskan bahwa ia adalah pelukis jalanan yang dulu dibentaknya. kini ia sudah menjadi pelukis profesional karena lukisannya diminati oleh sebuah rumah seni dan laku dijual hingga jutaan rupiah.kini ia sudah menjati seorang jutawan.

"perhatikan baik - baik. roda ini bukanlah sembarang roda. ini adalah lukisan "roda kehidupan". janganlah kita lupa bahwa kehidupan ini ibarat sebuah roda yang berputar. kadang kita berada diatas dan tak selalu kita berada dibawah. janganlah kita sombong saat berada diatas dan janganlah rendah diri saat kita berada dibawah. hukum "roda kehidupan" benar - benar ada andai kita mau dan mampu melihatnya."

2 comments:

PRASASTI said...

gmn jadinya lok roda itu kotak gak bulet,,,

Bobby Setyawan said...

jalannya mesti gak lancar deh,. makin sulit untuk berputar.

Post a Comment